Kepeloporan Riset Inovatif Wisata Geopark Global & Astrotourism

ITERA

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) meresmikan 12 pusat riset dan inovasi baru, yang salah satu diantaranya adalah Pusat Riset dan Inovasi (PURINO) Wisata Geopark Global dan Wisata Langit, Kamis (2/7/2020). Dengan diresmikannya pusat riset dan inovasi tersebut, saat ini ITERA memiliki 14 pusat riset dan inovasi yang akan mendukung program tri dharma perguruan tinggi ITERA terutama bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat guna menjawab permasalahan-permasalahan di Sumatera.

Selain peresmian pusat riset dan inovasi, secara bersamaan dilakukan pelantikan Kepala PURINO Danni Gathot Harbowo, dengan Sekretaris Deny Okta Lestari periode tahun 2020-2022 oleh Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc., Ph.D. Kegiatan yang diadakan di Aula Gedung C Kampus ITERA. PURINO ini dibimbing langsung oleh pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yaitu Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA (Guru Besar Teknik Geologi ITB) dan Dr. Moedji Raharto (Pakar Astronomi ITB). Pelantikan ini dilaksanakan secara semi dalam jaringan (semi-daring) dengan dihadiri Kepala Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masayarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP3) ITERA, dan para tamu undangan luar jaringan (luring), berikut pula dengan tamu undangan dalam jaringan (daring) yang mengikuti jalannya kegiatan dari Kota Bandung, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc., Ph.D., menyampaikan pendirian pusat riset dan inovasi tersebut merupakan misi ITERA dalam menjalankan program ITERA for Sumatera, yaitu dengan menciptakan pusat-pusat ilmu pengetahuan dan teknologi baru di Sumatera. Peresmian pusat riset dan inovasi ITERA tersebut menurut Rektor ITERA, menjadi wujud semangat baru ITERA, yang kini telah memasuki tatanan normal baru (new normal) sejak 8 Juni 2020 di tengah pandemi Covid-19. Pusat riset yang dibentuk ITERA akan menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di Sumatera, seperti pusat riset yang secara khusus mengkaji inovasi bidang wisata khusus seperti wisata geopark dan astrotourism yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia, khususnya di Sumatera.

Rektor berharap adanya pusat riset dan inovasi di ITERA, dapat menjawab kebutuhan pemerintah, yang sedari awal menyiapkan ITERA sebagai perguruan tinggi teknologi yang nantinya dapat memenuhi SDM berkualitas, sebagai bonus demografi penduduk yang dimiliki Indonesia di 100 tahun Indonesia, tahun 2045. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi yang baik, antara pusat riset dan inovasi yang ada di ITERA, dengan seluruh pemerintah daerah, khususnya yang ada di Sumatera, bersama pemerintah pusat. “Dengan diresmikan dan dilantiknya para kepala dan sekretaris pusat riset di ITERA, kami harap dalam waktu singkat seluruh pusat riset dan inovasi ini sudah bisa menghasilkan penelitian-penelitian yang khususnya sesuai kebutuhan Sumatera, karena ITERA hadir untuk menjawab kebutuhan Sumatera,” pungkas Rektor.

Tim Website Wisata Global Geopark dan Wisata Langit, Institut Teknologi Sumatera