Inovasi & Kreasi Kepariwisataan dalam Investasi Berkelanjutan di Kawasan Geopark

geoparklangit.itera.ac.id

Sustainable Tourism adalah pariwista yang berkembang sangat pesat, termasuk pertambahan arus kapasitas akomodasi, populasi lokal dan lingkungan, perkembangan pariwisata dan investasi baru dalam sektor pariwisata seharusnya tidak membawa dampak buruk dan dapat menyatu dengan lingkungan, jika kita memaksimalkan dampak yang positif dan meminimalkan dampak buruknya. Maka beberapa inisiatif perlu diambil oleh sektor publik termasuk perguruan tinggi untuk mendampingi pertumbuhan pariwisata yang inovatif dan menempatkan masalah akan sustainable tourism sebagai prioritas karena bisnis yang baik dapat melindungi aset penting pariwisata untuk masa depan berbasis sains dan teknologi. Peninjauan kondisi kawasan terkait dengan aksesbilitas, informasi infrastruktur penunjang pariwisata, serta resilience masyarakat di sekitar kawasan menjadi concern untuk menjamin terlaksananya pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Pembangunan pariwisata berkelanjutan sangat erat berkaitan dengan usaha menjamin agar sumber daya alam, sosial dan budaya yang dimanfaatkan untuk pembangunan pariwisata pada generasi ini agar dapat dinikmati untuk generasi yang akan datang. Pembangunan pariwisata harus didasarkan pada kriteria keberlanjutan yang artinya bahwa pembangunan dapat didukung secara ekologis dalam jangka panjang sekaligus layak secara ekonomi, adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat seperti yang tercantum dalam Piagam Pariwisata Berkelanjutan, 1995. Seperti disebutkan dalam Piagam Pariwisata Berkelanjutan (1995), Pariwisata berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat didukung secara ekologis (interaksinya lingkungan di sekitar) sekaligus layak secara ekonomi, juga adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat. Artinya, pembangunan berkelanjutan adalah upaya terpadu dan terorganisasi untuk mengembangkan kualitas hidup dengan cara mengatur penyediaan, pengembangan, pemanfaatan dan pemeliharaan sumber daya secara berkelanjutan. Dengan demikian diperlukan semangat inovasi dan kreasi kepariwisataan yang didukungpula oleh investasi berkelanjutan (sustainable investing).

Sustainable investing mengarahkan modal investasi yang berupaya memerangi perubahan iklim, perusakan lingkungan, menjaga kelestarian bumi, bersamaan dengan mempromosikan tanggung jawab pelaku bisnis secara berkelanjutan, termasuk di sektor pariwisata seperti yang dikemas dalam konsep geopark dan astrotourism sebagai warisan dan asset bumi rumah kita bersama. Saat ini sustainable investing menjadi awal dari meningkatnya inovasi dan kreasi dalam kepariwisataan nasional. Pariwisata saat ini merupakan salah satu sektor ekonomi terbesar dan mempunyai tingkat pertumbuhan paling pesat dunia. Pariwisata telah menjadi salah satu sumber utama penerimaan banyak Negara, termasuk Indonesia. Melalui penerimaan devisa, penciptaan lapangan pekerjaan, kesempatan berusaha, serta pembangunan infrastruktur, menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak utama kemajuan sosio ekonomi suatu negara dalam 15 fokus utama. Di Indonesia contoh sukses tersebut salah satunya dapat mengacu pada UGG Gunungsewu, yang sejak kehadirannya sebagai UNESCO Global Geopark, secara signifikan mampu mendukung pertumbuhan sosio-ekonomi masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta meningkatkan arus investasi secara berkelanjutan. Sebelumnya kawasan Gunungsewu merupakan kawasan yang tergolong sebagai daerah tertinggal di selatan Jawa, yang meliputi 3 Provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pertumbuhan sektor pariwisata berkelanjutan (sustainable) di Indonesia dengan size besar beberapa tahun terakhir mencapai 25,68 persen. Di tengah kompetisi pariwisata dunia yang semakin ketat, dibutuhkan inovasi, strategi, serta produktif untuk merebut pasar pariwisata. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Januari–Maret 2019, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 3,82 juta. Tahun 2018, jumlah wisman tercatat 15,81 juta. Ini naik 12,61 persen dari tahun 2017 yang berjumlah 14,04 juta. Jumlah ini terus ditaksir meningkat sampai 2030, beriringan dengan tercapai sustainable development goal’s. Contoh terbaik peran UNESCO Global Geopark dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan adalah UGG Gunungsewu, yang mampu meningkatkan hingga 9.1x  kunjungan wisatawan, 5.1x peningkatan pendapatan daerah, meningkatkan arus investasi secara signifikan di sector kepariwisataan, dan mampu menurunkan kemiskinan 4.1%. Data ini berdasarkan resume Laporan Akhir Persiapan Validasi tahun 2019.

by Tim Kajian Pusat Riset & Inovasi Wisata Global Geopark dan Wisata Langit, Institut Teknologi Sumatera

New Level of Geopark : Merayakan Semesta

UNESCO Global Geopark adalah area geografis terpadu pada situs dan lanskap geologi yang memiliki signifikasi global yang dikelola dengan konsep perlindungan holistik, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan bottom-up. Saat ini, terdapat 120 UNESCO Global Geopark yang tersebar di 33 negara. Pada tahun 2004 terbentuk Global Geopark Network (GGN) yang menjadi suatu jaringan pertukaran dan kerjasama global terkait warisan geologi. Pada tanggal 17 November 2015, 195 negara anggota UNESCO meratifikasi UNESCO Global Geopark pada Sidang Umum UNESCO ke-38 yang menjadi titik tolak pengakuan pemerintah akan pentingnya pengelolaan situs geologi dan lanskap secara holistik. Geopark resmi diterima sebagai program UNESCO sebagai ikon baru pemanfaatan Geoheritage berbasis pembangunan berkelanjutan dan pariwisata Indonesia. Geopark merupakan konsep manajemen pengembangan kawasan yang dapat disinergikan dengan prinsip – prinsip konservasi dan rencana tata ruang wilayah eksisting di kawasan yang telah terbangun yang berpilar pada aspek konservasi, edukasi, penumbuhan nilai ekonomi lokal dan regional. Geopark global adalah kawasan yang memiliki warisan geologi bernilai internasional, dimana warisan tersebut digunakan sebagai modal pembangunan masyarakat setempat secara berkelanjutan berbasis konservasi edukasi dan ekonomi kreatif, yang di dalamnya tumbuh budaya, tradisi, adat istiadat, bahasa, sains, dan segala warisan khas di daerah tersebut berikut dengan seluruh experience angkasa yang dapat dirasakan.

Tujuan akhir semangat ini adalah merubah perilaku/sikap untuk menciptakan nilai-nilai kebersamaan (shared values) dalam mengelola alam dan budaya secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tujuan tersebut dicapai melalui perlindungan keragaman-bumi & konservasi lingkungan, pelestarian dan promosi warisan bumi kepada khalayak umum, pendidikan dan riset ilmu geologi, biologi, budaya secara luas, dan penumbuhan & pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan terutama melalui wisata dalam bagian pembangunan berkelanjutan. Sinergi pemahaman experience fenomena astronomi dan meteorologi di angkasa turut menjadi konsep dasar dalam kajiannya, bahwasanya bumi melingkupi seluruh yang dipijak dan ada di dalamnya (bumi sebagai planet), yang menyelubungi (kerak dan atmosfernya), serta seluruh yang berada di sekitarnya (antariksa). Konsep kajian dasar ini mampu memperkuat peran geopark untuk mendukung tercapainya tujuan dari pembangunan berkelanjutan dalam rangkaian inovasi bentuk dan kawasan wisata untuk merayakan semesta.

Tim Kajian Wisata Global Geopark dan Wisata Langit, Institut Teknologi Sumatera

Semangat Geopark Indonesia untuk Dunia

Semangat Geopark Indonesia untuk Dunia

Indonesia memiliki banyak sekali potensi dan wilayah Geopark. Geopark atau Taman Bumi memiliki berbagai fungsi penting terhadap kelangsungan hidup Bumi. Geopark sendiri adalah sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki Situs Warisan Geologi (Geosite) dan bentang alam yang bernilai, terkait aspek Warisan Geologi (Geoheritage), Keragaman Geologi (Geodiversity), Keanekaragaman Hayati (Biodiversity), dan Keragaman Budaya (Cultural Diversity), serta dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan Pemerintah Daerah, sehingga dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitarnya.

Dengan mempetimbangkan bahwa kondisi geologi Indonesia yang terletak pada pertemuan 3 (tiga) lempeng tektonik mengakibatkan Indonesia memiliki Keragaman Geologi (Geodiversity) yang bernilai, Keragaman Geologi (Geodiversity) tersebut memiliki nilai Warisan Geologi (Geoheritage) yang terkait dengan Keanekaragaman Hayati (Biodiversity) dan Keragaman Budaya (Cultural Diversity), serta dapat dimanfaatkan melalui konsep pengembangan Taman Bumi (Geopark) yang berkelanjutan, utamanya dalam rangka pengembangan destinasi pariwisata, pengembangan Taman Bumi (Geopark) melalui 3 pilar meliputi konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan utamanya melalui pengembangan sektor pariwisata. Untuk melingkupi hal ini maka dibuat tata kelola pengembangan Taman Bumi (Geopark) sebagai pedoman bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, yang terangkum dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi atau Geopark.

Saat ini terdapat 161 UNESCO Global Geopark, UGG yang berada di 44 negara di dunia. Di tahun 2020 ini, terdapat 5 kawasan yang telah ditetapkan sebagai UGG, yaitu UGG Gunung Batur, UGG Gunungsewu, UGG Rinjani, UGG Ciletuh-Palabuhanratu, dan UGG Kaldera Toba. Saat ini hanya ada 1 kawasan UGG yang ada di Sumatera, yaitu UGG Kaldera Toba. Sedangkan saat ini terdapat 10 kawasan yang telah dikaji oleh Komite Nasional Geopark Indonesia, yang potensial untuk ditumbuhkembangkan sebagai UNESCO Global Geopark, termasuk di Sumatera. Benefit dari dideklarasikan suatu kawasan sebagai UNESCO Global Geopark adalah hadirnya pengakuan global pada kawasan tersebut sebagai warisan dunia, adanya perlindungan hukum internasional untuk dapat menjaga segala potensi dan kelestarian bumi, alam, dan budaya yang ada, serta mendapat dukungan global untuk mewujudkan keberlangsungan investasi wisata berkelanjutan di kawasan tersebut. Tentunya untuk mencapai hal tersebut, seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2019, Pemerintah Daerah bersama Pemerintah Pusat wajib melakukan kajian dan riset di kawasan tersebut untuk menemukan keunikan yang dapat dijadikan warisan dunia dalam sinergi Quadruple Helix (Pemerintah, Akademisi, Industri, dan Masyarakat).

Tim Kajian Wisata Global Geopark dan Wisata Langit, Institut Teknologi Sumatera